Prabowo Deal Negosiasi CEPA Eropa, Produk Indonesia Siap Banjiri Eropa

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 14 Juli 2025 - 06:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Brussels – Setelah melalui proses negosiasi selama satu dekade, Indonesia dan Uni Eropa akhirnya mencapai kesepakatan politik untuk menyelesaikan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (Comprehensive Economic Partnership Agreement/CEPA). Perjanjian ini membuka jalan bagi produk-produk Indonesia untuk lebih leluasa masuk pasar Eropa.

Presiden RI Prabowo Subianto, dalam konferensi pers bersama Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen di Brussels, Minggu (13/7) siang waktu setempat, menyebut kesepakatan ini sebagai terobosan penting yang sangat strategis di tengah ketidakpastian global.

“Hari ini, saya dengan senang hati mengumumkan bahwa kami telah mencapai terobosan penting. Setelah sepuluh tahun proses negosiasi, kami telah menyelesaikan kesepakatan menuju Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif yang pada dasarnya merupakan perjanjian perdagangan bebas,” ujar Prabowo.

Prabowo menegaskan bahwa kedua belah pihak telah berhasil menyatukan kepentingan ekonomi yang sebelumnya berbeda, dan menemukan bahwa kerja sama justru saling menguntungkan.

“Kami telah membuat banyak kemajuan signifikan, dan menyepakati untuk saling mengakomodasi kepentingan ekonomi masing-masing. Kami menemukan bahwa kepentingan ini saling melengkapi dan menguntungkan satu sama lain.”

Sementara itu, Ursula von der Leyen menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Prabowo dalam menyelesaikan perjanjian ini. Ia menyebut CEPA sebagai perjanjian perdagangan bebas yang ambisius dan tepat waktu, mengingat besarnya potensi ekonomi kedua belah pihak.

“Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa kita baru saja mencapai kesepakatan politik terkait sebuah perjanjian perdagangan bebas yang ambisius, yaitu Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA). Setelah 10 tahun perundingan, kita berhasil mencapai terobosan besar. Bapak Presiden, saya mengucapkan terima kasih atas kepemimpinan Anda.”

Von der Leyen juga menjelaskan bahwa Indonesia memiliki peran penting dalam rantai pasok global, terutama dalam konteks transisi energi bersih dan digital yang sedang dijalankan Uni Eropa.

“Indonesia juga merupakan pemasok utama barang-barang penting bagi transisi digital dan hijau, serta memiliki pasar yang terus berkembang dengan lebih dari 287 juta penduduk.”

CEPA akan membuka akses pasar lebih luas untuk produk pertanian, otomotif, jasa, serta bahan baku penting dari Indonesia ke Uni Eropa. Von der Leyen menekankan pentingnya pasokan yang bukan hanya aman, tetapi juga bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.

“Perjanjian ini akan membuka pasar baru, menciptakan lebih banyak peluang di sektor-sektor kunci seperti pertanian, otomotif, jasa, dan lainnya. Memperkuat rantai pasok untuk bahan baku penting yang sangat dibutuhkan dalam transisi energi dan digital.”

“Dan yang lebih penting, kami tidak hanya menginginkan pasokan yang aman, tetapi juga yang bertanggung jawab. Ini berarti: menghormati lingkungan, menghormati masyarakat lokal, dan fokus yang kuat pada penciptaan lapangan kerja yang layak dan nilai tambah lokal.”

Dengan total gabungan pasar sebesar 730 juta jiwa antara Indonesia dan Uni Eropa, implementasi CEPA dinilai akan menjadi pengubah permainan (game changer) dalam hubungan perdagangan kedua kawasan.

“Indonesia adalah salah satu ekonomi terbesar di dunia, dengan PDB sebesar €1,2 triliun. Bersama-sama, kita mewakili pasar dengan total 730 juta orang,” kata Ursula.

Prabowo berharap implementasi perjanjian ini dapat ditandatangani kembali di Brussels dalam waktu dekat, sebagai simbol komitmen jangka panjang kedua pihak.

“Saya sangat berharap, ketika kita mulai melaksanakan kesepakatan ini, kita dapat menandatangani perjanjian implementasinya di sini, di Brussels, sekali lagi. Itu akan memberi saya kesempatan untuk kembali mengunjungi Brussels!” ujar Prabowo.[]

Berita Terkait

Prabowo Jadi Tamu Hari Kemenangan Tiongkok, Bersanding dengan Xi Jinping hingga Putin
Prabowo Kembali ke Indonesia, Akhiri Kunjungan Kerja dari Saudi hingga Prancis
TNI Harumkan Indonesia, Penampilan di Paris Tuai Perhatian Media Internasional
Momen Kehangatan di Bastille Day, Prabowo Jadi Tamu Kehormatan
Presiden Prabowo Bertemu Raja Belgia Philippe di Istana Laeken
Negosiasi CEPA Disepakati, Presiden Komisi Eropa Puji Kepemimpinan Prabowo
Prabowo Sepakati CEPA dengan Eropa, RI Siap-Siap Banjir Lapangan Kerja Baru
Penyambutan Kenegaraan di Istana Planalto: Simbol Penghormatan dan Persahabatan

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 18:32 WIB

Bangun Masa Depan Nol Karbon | LiuGong Gelar Global Customer Day Keenam di Liuzhou

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:32 WIB

Creality Rayakan 12 Tahun Inovasi dengan KliTek™ dan Ekspansi Ekosistem Berbasis AI

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:23 WIB

Wuling Serahkan Unit Perdana EKSION di Indonesia, SAIC Group Catat Pengiriman 100 Juta Kendaraan Secara Global

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:15 WIB

EngineAI Resmikan Pabrik Cerdas di Shenzhen, Robot Humanoid T800 Mulai Dikirim secara Massal

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:49 WIB

Gravity Game Unite (GGU) Tutup OBT MMORPG PC “Ragnarok Zero: Global” dengan Sukses Besar

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:27 WIB

Crystal Lagoons Luncurkan Model Baru Small Lagoons by Crystal Lagoons™ Seluas 500 m², Menandai Akhir Era Kolam Renang Komersial

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:26 WIB

Haier Biomedical Raih Dua Peringkat Teratas dalam Laporan Euromonitor tentang Penjualan Peralatan Laboratorium Ilmu Hayati di Pasar Global, Tuntaskan Ekspansi Global dalam Tiga Tahap

Jumat, 29 Mei 2026 - 05:27 WIB

Desay SV Pamerkan Inovasi Mobilitas Berbasis AI di AEE 2026

Berita Terbaru