Presiden Brasil Sebut BRICS Pewaris Semangat Non-Blok Konferensi Bandung

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 7 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Apresiasi

Rio de Janeiro — Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva menegaskan bahwa kelompok BRICS merupakan perwujudan dari semangat Konferensi Asia-Afrika atau Konferensi Bandung yang menolak dominasi kekuatan besar dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan Lula dalam pidato pembuka sesi pertama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-17 yang digelar di Museum Seni Modern (MAM), Rio de Janeiro, Minggu (6/7). Presiden RI Prabowo Subianto hadir dalam KTT tersebut, di mana pertama kalinya Indonesia hadir usai bergabung di BRICS.

“BRICS adalah manifestasi dari gerakan non-blok Bandung. BRICS menghidupi semangat Bandung,” tegas Lula di hadapan para pemimpin negara anggota BRICS.

Lula dalam kesempatan itu juga menyoroti situasi global yang menurutnya tengah menghadapi krisis multilateralisme.

“Pada 26 Juni lalu, PBB genap berusia 80 tahun, tetapi kita justru menyaksikan keruntuhan multilateralisme yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa didirikannya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menandai kekalahan fasisme dan menjadi simbol harapan kolektif dunia. Lula juga mengingatkan bahwa sebagian besar negara anggota BRICS saat ini adalah pendiri PBB.

“Sepuluh tahun setelah PBB berdiri, Konferensi Bandung menolak pembagian dunia dalam zona pengaruh dan memperjuangkan tatanan internasional yang multipolar,” jelas Lula.

Menutup pernyataannya, Lula menegaskan kembali posisi BRICS dalam peta global.

“BRICS adalah pewaris gerakan non-blok,” katanya.

Indonesia telah menjadi anggota penuh BRICS sejak 1 Januari 2025. Acara KTT BRICS ini menjadi wadah bagi para pemimpin BRICS untuk membahas sejumlah isu politik dan keamanan global, seperti konflik yang berkepanjangan di berbagai kawasan, reformasi tata kelola global, dan penguatan multilateralisme.

Selain itu, para pemimpin BRICS akan mengangkat berbagai permasalahan dan peluang kerja sama ekonomi dan keuangan serta isu-isu lainnya seperti tata kelola artificial intelligence, lingkungan dan aksi iklim, serta kesehatan global.[]

Berita Terkait

Prabowo Jadi Tamu Hari Kemenangan Tiongkok, Bersanding dengan Xi Jinping hingga Putin
Prabowo Kembali ke Indonesia, Akhiri Kunjungan Kerja dari Saudi hingga Prancis
TNI Harumkan Indonesia, Penampilan di Paris Tuai Perhatian Media Internasional
Momen Kehangatan di Bastille Day, Prabowo Jadi Tamu Kehormatan
Presiden Prabowo Bertemu Raja Belgia Philippe di Istana Laeken
Negosiasi CEPA Disepakati, Presiden Komisi Eropa Puji Kepemimpinan Prabowo
Prabowo Deal Negosiasi CEPA Eropa, Produk Indonesia Siap Banjiri Eropa
Prabowo Sepakati CEPA dengan Eropa, RI Siap-Siap Banjir Lapangan Kerja Baru

Berita Terkait

Rabu, 3 September 2025 - 15:48 WIB

Prabowo Jadi Tamu Hari Kemenangan Tiongkok, Bersanding dengan Xi Jinping hingga Putin

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:00 WIB

Prabowo Kembali ke Indonesia, Akhiri Kunjungan Kerja dari Saudi hingga Prancis

Selasa, 15 Juli 2025 - 18:58 WIB

TNI Harumkan Indonesia, Penampilan di Paris Tuai Perhatian Media Internasional

Selasa, 15 Juli 2025 - 17:59 WIB

Momen Kehangatan di Bastille Day, Prabowo Jadi Tamu Kehormatan

Senin, 14 Juli 2025 - 08:20 WIB

Presiden Prabowo Bertemu Raja Belgia Philippe di Istana Laeken

Berita Terbaru

Pers Rilis

RAVEN2 BUKA PRAREGISTRASI UNTUK FRESH START SERVER “ZERO”

Rabu, 2 Sep 2026 - 06:54 WIB