Penyambutan Kenegaraan di Istana Planalto: Simbol Penghormatan dan Persahabatan

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 10 Juli 2025 - 14:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Brasilia — Halaman Istana Palácio do Planalto diselimuti suasana khidmat saat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba untuk menjalani kunjungan kenegaraan dan bertemu Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva pada Rabu (9/7) waktu setempat.

Prabowo tiba pada pukul 10.35 dan langsung disambut dalam sebuah upacara militer penuh kehormatan yang dipimpin langsung oleh Presiden Lula. Dalam balutan jas biru tua dan peci hitam, Presiden Prabowo berjalan dengan penuh penghormatan melewati barisan Pasukan Kehormatan Brasil.

Bendera Merah Putih tampak berkibar megah berdampingan dengan bendera nasional Brasil. Lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan secara khidmat, diikuti oleh lagu kebangsaan Brasil. Prabowo berdiri tegak di sisi Lula, memberikan penghormatan penuh kepada kedua lagu kebangsaan—sebuah gestur yang mencerminkan penghargaan terhadap nilai-nilai diplomasi dan kenegaraan.

Pertemuan Dua Kepala Negara dan Penguatan Hubungan Diplomatik

Usai prosesi penyambutan, Presiden Prabowo dan Presiden Lula melangkah masuk ke istana, berjabat tangan, dan melakukan sesi foto bersama. Keduanya kemudian bergandengan menuju lokasi perkenalan delegasi masing-masing negara.

Delegasi Indonesia yang mendampingi Prabowo meliputi jajaran kementerian strategis seperti Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto, serta Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir. Turut serta pula Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Duta Besar RI untuk Brasil, Edy Yusup.

Dari pihak Brasil, hadir para pejabat tinggi seperti Menteri Luar Negeri Mauro Vieira, Menteri Pertanian Carlos Henrique Baqueta Fávaro, Menteri Pendidikan Camilo Santana, Menteri Pembangunan dan Bantuan Sosial José Wellington Barroso de Araújo Dias, Menteri Lingkungan Hidup Marina Silva, serta Penasihat Presiden Celso Amorim. Presiden COP 30 André Aranha Corrêa do Lago dan Duta Besar Brasil untuk Indonesia George Prata turut menyambut rombongan RI.

Momen Simbolis: Merah Putih Berkibar di Balkon Istana Brasil

Kunjungan ini semakin berkesan dengan hadirnya parade drumband dan Pasukan Berkuda Brasil yang memukau para tamu dengan penampilan megah. Momen puncak yang mencuri perhatian adalah ketika bendera Merah Putih dikibarkan di balkon istana kepresidenan Brasil, berdampingan dengan bendera Brasil.

Tindakan simbolis ini bukan sekadar pertunjukan upacara, tetapi menjadi lambang kuat persahabatan antara Indonesia dan Brasil sebagai dua negara berkembang yang tergabung dalam forum global seperti G20 dan BRICS. Hal ini memperkuat pesan bahwa kedua negara menjunjung tinggi semangat kerja sama strategis lintas benua.

Undangan Spesial untuk Lula: Rayakan Ulang Tahun Bersama di Jakarta

Presiden Prabowo Subianto resmi mengakhiri kunjungan kerjanya di Brasil pada Rabu sore (9/7), usai menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-17 di Rio de Janeiro dan pertemuan bilateral di Brasília. Prabowo kemudian dijadwalkan melanjutkan kunjungan kenegaraannya ke Belgia.

Dalam pertemuan bilateral bersama Presiden Lula, Prabowo menyampaikan undangan pribadi kepada Lula untuk mengunjungi Indonesia pada bulan Oktober mendatang. Tak hanya itu, Prabowo juga mengajak Lula merayakan ulang tahun di Jakarta.

“Saya menantikan kunjungan Presiden Lula ke Indonesia pada bulan Oktober mendatang karena kami hampir memiliki ulang tahun di waktu yang sama di bulan Oktober,” ujar Prabowo.

“Saya ingin merayakan ulang tahun Presiden Lula di Indonesia. Presiden Lula akan berusia 80 tahun, dan adik beliau akan berusia 74 tahun,” tambahnya.

Prabowo pun menyampaikan keyakinannya atas vitalitas Presiden Lula yang masih kuat dalam menjalankan peran global.

“Tapi orang-orang bilang usia 80 tahun sekarang seperti usia 60 tahun beberapa tahun lalu. Jadi saya yakin, kita akan melihat Presiden Lula tetap aktif di panggung dunia untuk waktu yang lama,” katanya.

Sebagai penutup, Prabowo menekankan pentingnya kedekatan kedua negara meski secara geografis berjauhan.

“Hadirin sekalian, kita memang terpisah oleh jarak, tetapi dunia kini semakin kecil,” jelasnya.

Dengan penuh kehangatan, Prabowo mengakhiri pidatonya:

“Dan sebagai penutup, kami akan menyiapkan pesta ulang tahun yang sangat meriah untuk Anda di Jakarta,” tutupnya.

Lula Bilang Terima Kasih, Prabowo Jawab Obrigado

Momen hangat terjadi di Istana Palácio do Planalto, Rabu (9/7), saat Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva memberikan pernyataan bersama usai pertemuan bilateral mereka.

Di akhir sambutannya, Lula menyelipkan kata penutup dalam bahasa Indonesia: “Terima kasih.” Sontak, ucapan itu menarik perhatian hadirin. Sapaan sederhana itu menjadi gestur penghargaan terhadap budaya tamunya dari Asia Tenggara.

Prabowo, tak lama setelahnya, membalas dengan gaya yang serupa. Ia menutup pidatonya dengan satu kata dalam bahasa yang digunakan di Brasil: “Obrigado,” yang berarti terima kasih.

Dua kata, satu dari Indonesia, satu dari Brasil, mewakili lebih dari sekadar sopan santun. Itu menjadi simbol kesetaraan, saling menghormati, dan niat tulus mempererat hubungan antara dua negara demokrasi besar di belahan selatan dunia.

Momen ini menjadi penutup manis dari serangkaian pembahasan serius yang mencakup kerja sama pangan, pertahanan, energi terbarukan, hingga teknologi. Tapi justru lewat ungkapan sederhana itulah, publik menangkap kedekatan personal dua pemimpin negara yang berbeda budaya namun sevisi.

Dalam dunia diplomasi yang kerap kaku dan penuh formalitas, “Terima kasih” dan “Obrigado” menjadi pengingat bahwa relasi antarbangsa juga dibangun oleh sentuhan personal.[]

Berita Terkait

Prabowo Jadi Tamu Hari Kemenangan Tiongkok, Bersanding dengan Xi Jinping hingga Putin
Prabowo Kembali ke Indonesia, Akhiri Kunjungan Kerja dari Saudi hingga Prancis
TNI Harumkan Indonesia, Penampilan di Paris Tuai Perhatian Media Internasional
Momen Kehangatan di Bastille Day, Prabowo Jadi Tamu Kehormatan
Presiden Prabowo Bertemu Raja Belgia Philippe di Istana Laeken
Negosiasi CEPA Disepakati, Presiden Komisi Eropa Puji Kepemimpinan Prabowo
Prabowo Deal Negosiasi CEPA Eropa, Produk Indonesia Siap Banjiri Eropa
Prabowo Sepakati CEPA dengan Eropa, RI Siap-Siap Banjir Lapangan Kerja Baru

Berita Terkait

Rabu, 24 September 2025 - 15:40 WIB

Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Prabowo Mendapat Undangan dari Presiden Korsel

Kamis, 7 Agustus 2025 - 21:26 WIB

Prabowo: Cadangan Pangan Indonesia Terbesar Sepanjang Sejarah

Selasa, 5 Agustus 2025 - 07:10 WIB

Chelsea Pengidap Kelainan Tulang Langka Kini Bersekolah, Ucapkan Terima Kasih ke Prabowo

Selasa, 5 Agustus 2025 - 06:57 WIB

Prabowo Terima Medali Kehormatan U.S. Special Operations Command

Selasa, 29 Juli 2025 - 17:56 WIB

Prabowo Apresiasi PM Anwar Ibrahim Selesaikan Konflik Thailand dan Kamboja

Selasa, 29 Juli 2025 - 17:55 WIB

Diplomasi Serumpun, Prabowo dan Anwar Bertemu di Istana Merdeka

Kamis, 24 Juli 2025 - 07:44 WIB

HUT ke-80 RI, Prabowo Ajak Seluruh Rakyat Kibarkan Merah Putih di Mana Pun Berada

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto mendapatkan undangan dari Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke Seoul. Undangan itu disampaikan langsung Utusan Khusus Presiden Korea Selatan, yang dipimpin oleh Cho Jung-sik. Foto/Kemlu

Nasional

Prabowo Mendapat Undangan dari Presiden Korsel

Rabu, 20 Agu 2025 - 10:11 WIB