INDONESIA RAYA – Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengungkapkan fakta baru, ada perpindahan dukungan Capres secara signifikan dari para pemilih Jokowi.
Pendiri SMRC Saiful Mujani menyimpulkan terjadi tren pemilih Jokowi memindahkan dukungannya, yaitu dari Ganjar Pranomo kepada Prabowo Subianto.
Saiful Mujadi mengatakan dalam beberapa bulan terakhir, dukungan kepada Ganjar justru menurun dan Prabowo Subianto mulai naik
Padahal dalam catatannya, kurun satu tahun terakhir, tren dukungan pemilih Jokowi pada Pilpres 2019 cenderung ke Ganjar Pranowo.
Mengapa terjadi tren perpindahan dukungan? Saiful menjelaskan hal ini terkait dengan hubungan kedua tokoh dengan Jokowi.
“Meskipun tadinya lawan di Pilpres, Prabowo belakangan bergabung di kabinet dengan Pak Jokowi.”
“Sementara Anies tadinya di kubu Pak Jokowi, sempat diberhentikan oleh Jokowi dari posisi Menteri.”
“Kemudian Anies belakangan membelot. Maju jadi gubernur dan didukung partai-partai yang bukan pendukung Jokowi.”
“Jadi publik menilai hubungan Jokowi dengan Anies tidak baik,” kata Saiful dalam kanal Youtube SMRC TV, Jumat, 3 Juni 2022.
Baca Juga:
Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil
Prabowo Jadi Tamu Hari Kemenangan Tiongkok, Bersanding dengan Xi Jinping hingga Putin
Media Hallo.id Hadirkan Layanan Khusus Galeri Foto Perusahaan
Saiful Mujani juga menyebut Prabowo Subianto mendapatkan limpahan suara lebih banyak daripada Anies.
Sebelumnya, berbsgai survei nasional tatap muka yang dilakukan SMRC selama setahun terakhir, tren pemilih Jokowi cenderung memilih Ganjar.
Dari Mei 2021 hingga Maret 2022, selama empat kali survei, Ganjar merebut paling banyak pemilih Jokowi.
Dari 32,8 persen di Mei 2021, sempat melonjak 40,6 persen di Desember 2021, dan terakhir 36,9 persen di Maret 2022.
Baca Juga:
Prabowo Mendapat Undangan dari Presiden Korsel
Manfaat Press Release Berbayar untuk Publikasi Cepat dan Reputasi Bisnis
Prabowo Tegaskan Diplomasi Tenang Indonesia Hadapi Ketidakpastian Global
Prabowo meraih 24,6 persen di Mei 2021, turun 22,4 di Desember 2021, dan naik lagi menjadi 26,3 persen di Maret 2022.
Sementar Anies meraih 23,8 di Mei 2021, dan 20,8 persen di Maret 2022.
“Jadi trennya, Ganjar selalu unggul. Kedua Prabowo, sementara Anies cenderung statis. Sekarang peperangan terjadi antara Prabowo dengan Ganjar.” ujarnya.***


















