Sebut Menghujat dan Menghardik Itu Tak Produktif, Prabowo Tanggapi Buzzer yang Sebar Perpecahan

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 30 Juni 2023

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Apresiasi

Menteri pertahanan, Prabowo Subianto. (Dok. Kemhan.go.id)

Menteri pertahanan, Prabowo Subianto. (Dok. Kemhan.go.id)

PRABOWONEWS.COM – Prabowo Subianto mengatakan rakyat Indonesia tidak suka dengan narasi politik yang kasar dan saling menjatuhkan suatu tokoh atau individu.

Hal itu diucapkan Prabowo ketika ditanya oleh Najwa Shihab dalam acara MataNajwa mengenai polarisasi yang terjadi sampai hari ini oleh buzzer politik.

“Bapak masuk kabinet, polarisasi masih ada. Cebong, Kampret, itu masih ramai,” kata Najwa Shihab.

“Saya merasa, sudah jarang dengar. Nggak tahu, ya. Dari siapa itu?” tanya Prabowo Subianto.

“Buzzer politik,” jawab Najwa Shihab, dikutip dari YouTube Najwa Shihab, Jumat, 30 Juni 2023.

Baca artikel menarik lainnya, di sini: Prabowo Subianto Salurkan Puluhan Hewan Kurban ke Ponpes dan Ormas Keagamaan di Jawa Timur

Sontak menteri pertahanan dan bakal calon presiden itu pun tertawa menanggapi jawaban tersebut.

Menurutnya, rekonsiliasi yang dia lakukan dengan lawan pilpres terdahulu bertujuan untuk bersatu membangun negeri.

Namun, keberadaan buzzer politik itu yang terus membuat adanya polarisasi.

“Politik kita harus unik, harus khas. Politik kita harus bijaksana, cerdas, dan penuh kesadaran,” ujar Prabowo Subianto.

“Menghujat dan menghardik itu menurut saya tidak produktif. Rakyat tidak suka pemimpin yang saling mengejek dan mengekang,” tegasnya.

Prabowo meyakini prinsip bahwa dirinya tidak pernah menganggap lawan politik dalam kontestasi sebagai ‘musuh’ permanen, tetapi cuman sebagai pesaing pada saat itu.

Ia menilai, dengan latar belakang negara yang luas dan beragam kebudayaan, Indonesia membutuhkan elite unsur pimpinan yang kompak dan mampu bekerja sama untuk mencapai potensi yang diinginkan.

“Kita harus bersatu membangun negeri ini. Itu keyakinan saya, Mbak Najwa,” ucap Prabowo Subianto.***

Berita Terkait

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Renungan Kemerdekaan: Amanat Pasal 33 Diimplementasi Prabowo Jadi Jalan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Perempuan
Tamsil Linrung: Seorang Sahabat, Orang Tua, dan Guru
Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil
Prabowo Mendapat Undangan dari Presiden Korsel
Prabowo Tegaskan Diplomasi Tenang Indonesia Hadapi Ketidakpastian Global
Prabowo: Cadangan Pangan Indonesia Terbesar Sepanjang Sejarah

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:55 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Renungan Kemerdekaan: Amanat Pasal 33 Diimplementasi Prabowo Jadi Jalan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Perempuan

Jumat, 24 April 2026 - 11:28 WIB

Tamsil Linrung: Seorang Sahabat, Orang Tua, dan Guru

Rabu, 24 September 2025 - 15:40 WIB

Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil

Berita Terbaru