Mantan Wakil Menlu Dino Patti Djalal Tanggapi Saran Prabowo Subianto untuk Resolusi Konflik Rusia – Ukraina

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 4 Juni 2023 - 15:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bersama Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI Dino Patti Djalal. (Instagram.com/@dinopattidjalal)

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bersama Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI Dino Patti Djalal. (Instagram.com/@dinopattidjalal)

PRABOWONEWS.COM – Mantan Wakil Menteri Luar Negeri RI Dino Patti Djalal menanggapi usulan Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto terkait resolusi konflik Rusia – ukraina.

Sebelumnya resolusi yang ditawarkar Prabowo Subianto di Shangri-La Dialogue 2023, Sabtu (3/6/2023) menarik perhatian publik.

Dino Patti Djalal mengatakan rekomendasi Prabowo untuk resolusi konflik Rusia-Ukraina spesifik.

Sejumlah langkah konkret seperti genjatan senjata dan menarik mundur pasukan disebut sangat berani.

“Itu menarik perhatian karena sangat spesifik plannya,” kata Dino Patti Djalal, diplomat sekaligus mantan duta besar Indonesia untuk Amerika Serikat.

Baca artikel menarik lainnya, di sini: Prabowo Subianto Usulkan 5 Saran untuk Resolusi Konflik Rusia-Ukraina di IISS Shangri-La Singapura

“Seperti usulan gencatan senjata, ini menarik karena sekarang orang-orang bersiap untuk meningkatkan perang, bukan untuk gencatan senjata,” sambungnya.

Dino Patti Djalal juga mengatakan rekomendasi Prabowo tentang referendum menjadi upaya detail yang turut menyita perhatian dalam forum internasional itu.

“Kemudian terkait pasukan PBB, dan paling jadi perhatian adalah referendum yang perlu dilaksanakan di wilayah yang dicaplok oleh Rusia,” ucap Dino.

Menhan Prabowo dalam gelaran International Institute for Strategic Studies (IISS) Shangri-La Dialogue 20th Asia Security Summit di Singapura, menyoroti sejumlah isu internasional.

Selain memaparkan upaya resolusi konflik Rusia – Ukraina, ia juga menjelaskan langkah nyata mencapai perdamaian di semua kawasan.

Prabowo berpendapat, kompromi antar negara menjadi satu-satunya solusi yang dapat ditempuh untuk mencapai kemakmuran dunia.

“Sangat penting bagi kita untuk mengatasi persaingan geopolitik, sengketa wilayah, melalui dialog, negosiasi, dan solusi yang saling menguntungkan,” kata Prabowo.***

Berita Terkait

Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil
Prabowo Mendapat Undangan dari Presiden Korsel
Prabowo Tegaskan Diplomasi Tenang Indonesia Hadapi Ketidakpastian Global
Prabowo: Cadangan Pangan Indonesia Terbesar Sepanjang Sejarah
Chelsea Pengidap Kelainan Tulang Langka Kini Bersekolah, Ucapkan Terima Kasih ke Prabowo
Prabowo Terima Medali Kehormatan U.S. Special Operations Command
Prabowo Apresiasi PM Anwar Ibrahim Selesaikan Konflik Thailand dan Kamboja
Diplomasi Serumpun, Prabowo dan Anwar Bertemu di Istana Merdeka

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 00:08 WIB

AutoFlight Sukses Lakukan Pengiriman Teh dengan eVTOL Kelas 2 Ton Pertama di Tiongkok

Jumat, 17 April 2026 - 23:49 WIB

Ant International, IFC, dan GCash Kembangkan “Sustainability Impact Scorecard” sebagai Inovasi yang Memperluas Akses Pembiayaan UMKM

Jumat, 17 April 2026 - 13:28 WIB

Laporan IDC: Angka Penjualan Robot Vacuum Dreame Tumbuh Lebih dari 100%, Perkuat Kepemimpinan di Asia Tenggara lewat Peluncuran X60 Ultra

Jumat, 17 April 2026 - 12:50 WIB

XTransfer Tampilkan Solusi Pembayaran Lintasnegara di INDO INTERTEX & INATEX 2026, Dukung UKM Tekstil

Jumat, 17 April 2026 - 08:46 WIB

Liu Yifei Jadi “Global Brand Ambassador (Smart Large Home Appliances)”, Dreame Catat Penjualan Impresif di Asia Tenggara

Jumat, 17 April 2026 - 07:10 WIB

Pedoman Pertama tentang Penanganan Neuropati Perifer untuk Apoteker di Asia Pasifik

Jumat, 17 April 2026 - 07:03 WIB

CGTN: Pertukaran Budaya Mempererat Hubungan Persahabatan Tiongkok-Vietnam

Kamis, 16 April 2026 - 09:26 WIB

AESC dan NEXTES Jalin Kerja Sama Strategis untuk Pasokan Sel Penyimpanan Energi 1,5 GWh, Pesanan dengan Volume Terbesar di Jepang pada 2026

Berita Terbaru