Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto Nyatakan Indonesia Bisa Buat Jet Tempur Sendiri

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 10 November 2022 - 10:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri pertahanan, Prabowo Subianto. (Dok. Kemhan.go.id)

Menteri pertahanan, Prabowo Subianto. (Dok. Kemhan.go.id)

PRABOWONEWS.COM – Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto  dalam seminar nasional yang diadakan oleh TNI Angkatan Udara bertajuk ‘Tantangan TNI AU dalam Perkembangan Teknologi Elektronika Penerbangan’.

Mengatakan sistem pertahanan Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan alutsista buatan luar negeri.

Prabowo yakin beberapa tahun lagi, Indonesia memiliki sejumlah peralatan tempur buatan sendiri.

“Saya yakin beberapa tahun lagi kita akan memiliki pesawat-pesawat tempur yang cukup canggih produksi bangsa kita sendiri,” kata Prabowo di gedung Puri Ardhya Garini, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa 8 November 2022.

Prabowo menegaskan bahwa akan tetap mendatangkan alutista buatan luar negeri yang canggih sambil tetap membangun kemampuan kita.

“Jadi Saudara-saudara, strategi kita, kita akan tetap mengejar yang canggih sambil membangun kemampuan kita dan melengkapi dengan teknologi-teknologi yang lain. Industri kita yang akan menghasilkan alat-alat yang Saudara butuhkan.”

“Tidak bisa kita hanya mengandalkan beli dari luar negeri. Rafale kita kejar, F-15 kita mungkin kejar, kita kejar tapi sementara kita akan pacu kemampuan kita membuat pesawat-pesawat kita sendiri,” kata Prabowo.

Ketua Umum Partai Gerindra itu mengatakan Indonesia sedang mengembangkan Jet Tempur KFX-IFX.

“Karena itu, bagaimanapun, kita sudah merintis, beberapa tahun yang lalu kita sudah buka kerja sama dengan Korea dalam pengembangan jet tempur KFX-IFX. Kita menilai masih banyak, mungkin kekurangan,” ungkap Prabowo.

Menurut Prabowo jika proyek pengembangan pesawat tempur  KFX-IFX rampung, Indonesia dapat menghemat biaya belanja alutsista.

Biaya pembuatan KFX-IFX itu sekitar USD 60 juta atau setengah dari harga jet tempur Dassault Rafale.

“Kalau sekarang kita beli pesawat generasi 4, Rafale misalnya. Harganya sangat-sangat mahal. Mungkin 120 juta euro tanpa dukungan-dukungannya.”

“Kalau kita nanti KFX/IFX mungkin harganya bisa jadi USD 60-70 juta. Setengah,” pungkasnya.***

Klik Google News untuk mengetahui aneka berita dan informasi dari editor Indonesiaraya.co.id, semoga bermanfaat.

Berita Terkait

Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil
Prabowo Mendapat Undangan dari Presiden Korsel
Prabowo Tegaskan Diplomasi Tenang Indonesia Hadapi Ketidakpastian Global
Prabowo: Cadangan Pangan Indonesia Terbesar Sepanjang Sejarah
Chelsea Pengidap Kelainan Tulang Langka Kini Bersekolah, Ucapkan Terima Kasih ke Prabowo
Prabowo Terima Medali Kehormatan U.S. Special Operations Command
Prabowo Apresiasi PM Anwar Ibrahim Selesaikan Konflik Thailand dan Kamboja
Diplomasi Serumpun, Prabowo dan Anwar Bertemu di Istana Merdeka

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 00:08 WIB

AutoFlight Sukses Lakukan Pengiriman Teh dengan eVTOL Kelas 2 Ton Pertama di Tiongkok

Jumat, 17 April 2026 - 23:49 WIB

Ant International, IFC, dan GCash Kembangkan “Sustainability Impact Scorecard” sebagai Inovasi yang Memperluas Akses Pembiayaan UMKM

Jumat, 17 April 2026 - 13:28 WIB

Laporan IDC: Angka Penjualan Robot Vacuum Dreame Tumbuh Lebih dari 100%, Perkuat Kepemimpinan di Asia Tenggara lewat Peluncuran X60 Ultra

Jumat, 17 April 2026 - 12:50 WIB

XTransfer Tampilkan Solusi Pembayaran Lintasnegara di INDO INTERTEX & INATEX 2026, Dukung UKM Tekstil

Jumat, 17 April 2026 - 08:46 WIB

Liu Yifei Jadi “Global Brand Ambassador (Smart Large Home Appliances)”, Dreame Catat Penjualan Impresif di Asia Tenggara

Jumat, 17 April 2026 - 07:10 WIB

Pedoman Pertama tentang Penanganan Neuropati Perifer untuk Apoteker di Asia Pasifik

Jumat, 17 April 2026 - 07:03 WIB

CGTN: Pertukaran Budaya Mempererat Hubungan Persahabatan Tiongkok-Vietnam

Kamis, 16 April 2026 - 09:26 WIB

AESC dan NEXTES Jalin Kerja Sama Strategis untuk Pasokan Sel Penyimpanan Energi 1,5 GWh, Pesanan dengan Volume Terbesar di Jepang pada 2026

Berita Terbaru