Soebianto-Soejono Djojohadikusumo, Paman Prabowo yang Gugur dalam Pertempuran

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 7 Juni 2022 - 08:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Letnan Soebianto dan Taruna Soejono memiliki hubungan keluarga dengan Prabowo Subianto. (Dok. indonesiadefense.com)

Letnan Soebianto dan Taruna Soejono memiliki hubungan keluarga dengan Prabowo Subianto. (Dok. indonesiadefense.com)

PRABOWO NEWS – Letnan Satu (Lettu) Soebianto Djojohadikusumo dan Taruna Soejono Djojohadikusumo merupakan dua nama yang tidak dapat dipisahkan dari Pertempuran Lengkong.

Keduanya gugur dalam peristiwa bersejarah yang terjadi di Lengkong pada 25 Januari 1946.

Tak banyak yang tahu, Letnan Soebianto dan Taruna Soejono memiliki hubungan keluarga dengan Prabowo Subianto yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) RI.

Prabowo bahkan menceritakan perihal kedua pamannya dan peristiwa heroik tersebut dalam bukunya yang berjudul Kepemimpinan Militer.

Pada halaman depan, Prabowo Subianto menuliskan bahwa Kepemimpinan Militer juga merupakan buku yang ditulis untuk mengenang Soebianto Djojohadikusumo dan Soejono Djojohadikusumo.

“Buku ini juga untuk mengenang kedua paman saya. Kapten Anumerta Soebianto dan Taruna Soejono yang gugur bersama Mayor Daan Mogot dalam pertempuran melawan tentara Jepang di Lengkong, Tangerang Selatan, pada tanggal 25 Januari 1946,” tulis Prabowo.

Pertempuran Lengkong, Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan.

Dalam peristiwa yang terkenal dengan sebutan Pertempuran Lengkong itu, para taruna Akademi Militer Tangerang di bawah kepemimpinan Mayor Daan Mogot berusaha merebut senjata dari pangkalan Jepang.

Peristiwa bersejarah ini dimulai pada akhir Januari 1946 di mana pasukan Belanda dan KNIL menduduki Parung dengan tujuan merebut depot senjata tentara Jepang di Lengkong.

Selanjutnya, pada 25 Januari 1946 berangkatlah pasukan di bawah pimpinan Daan Mogot yang berkekuatan 70 kadet Military Academy Tangerang (MAT) dan 8 tentara Gurkha.

Misi operasi ini guna mencegah senjata tentara Jepang yang sudah menyerah agar tidak jatuh ke tangan tentara Belanda.

Sekitar pukul 16.00 WIB, pasukan tiba di markas Jepang. Kehadiran empat serdadu Gurkha berhasil memberi keyakinan pada pihak Jepang bahwa rombongan tersebut adalah gabungan TKR dan Sekutu.

Mayor Daan Mogot bersama beberapa tentara memasuki kantor Kapten Abe guna menjelaskan maksud kedatangannya.

Sementara itu di luar, para taruna di bawah pimpinan Lettu Soebianto dan Lettu Soetopo tanpa menunggu hasil perundingan langsung melucuti tentara Jepang.

Senjata-senjata Jepang tersebut berhasil dikumpulkan. Namun tiba-tiba terdengar suara letusan senjata.

Letusan ini memicu kepanikan tentara Jepang yang menduga mereka dijebak sehingga mereka mulai sigap dan menembaki para taruna MAT.

Para taruna MAT mencoba melawan dan melepaskan tembakan pula namun pertempuran dinilai tidak seimbang. Pertempuran berakhir ketika hari mulai gelap. Prajurit yang masih hidup ditawan oleh pasukan tentara Jepang. Sementara beberapa di antaranya berhasil melarikan diri.

Mayor Daan Mogot, Letnan Satu Soebianto Djojohadikusumo, Kadet Soejono Djojohadikusumo, dan dua perwira dari Polisi Tentara serta 33 prajurit tewas dalam pertempuran.

Walaupun wafat di usia yang sangat muda, Daan Mogot merupakan perwira Tentara Republik Indonesia (TRI) dengan banyak prestasi. Ia menjadi Mayor pada usia 16 tahun.

Ia mendirikan Akademi Militer Tangerang dan jadi direktur pertama akademi tersebut pada usia 17 tahun. Sementara Soebianto dan Soejono gugur pada usia 16 tahun.

“Dari cerita Daan Mogot dan Peristiwa Lengkong, sejak kecil saya belajar sebuah pelajaran abadi.”

“Pelajaran bahwa nilai-nilai patriotisme, idealisme dan keberpihakan kepada Merah Putih dapat dimulai dari usia sangat muda,” lanjut Menhan Prabowo. Untuk mengenai peristiwa bersejarah ini, setiap tanggal 25 Januari diperingati sebagai Hari Bakti Taruna.

Lettu Subianto Djojohadikusumo dan Taruna Sudjono Djojohadikusumo Yang Menginspirasi

Ketertarikan Prabowo akan dunia militer tidak terlepas dari dua sosok pamannya, Lettu Soebianto Djojohadikusumo dan Taruna Soejono Djojohadikusumo.

Setelah kemerdekaan, Soebianto dan Soejono masuk tentara. Yang satu langsung perwira.

“Dia (Soebianto ) dari Fakultas Kedokteran. Mungkin karena dari kedokteran, dia langsung jadi perwira. Yang satu (Soejono ) masuk Akademi Militer Tangerang,” ungkap Menhan Prabowo.

Di rumah kakeknya, tambah Menhan Prabowo, terdapat dua kamar pamannya yang masih dipertahankan, termasuk ransel, helm, dan sepatu mereka.

“Jadi kakek saya setiap kali saya datang hari Minggu ke sana, dia sudah siapkan tendanya Soebianto dipasang lagi. Jadi saya disuruh main di tenda-tendaan.”

“Jadi dibawa ke kamarnya, dan ditunjukkan ini ranselnya, ini sepatunya, ini helmnya, itu tempat tidurnya,” kenang Menhan Prabowo (hal.52).***

Berita Terkait

Tamsil Linrung: Seorang Sahabat, Orang Tua, dan Guru
Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil
Prabowo Mendapat Undangan dari Presiden Korsel
Prabowo Tegaskan Diplomasi Tenang Indonesia Hadapi Ketidakpastian Global
Prabowo: Cadangan Pangan Indonesia Terbesar Sepanjang Sejarah
Chelsea Pengidap Kelainan Tulang Langka Kini Bersekolah, Ucapkan Terima Kasih ke Prabowo
Prabowo Terima Medali Kehormatan U.S. Special Operations Command
Prabowo Apresiasi PM Anwar Ibrahim Selesaikan Konflik Thailand dan Kamboja

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 05:28 WIB

DJI Uji Teknologi Drone di Puncak Tertinggi Dunia, Dorong Terobosan Pengiriman Logistik, Pemetaan, dan Riset Iklim di Ketinggian Ekstrem

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:21 WIB

Membawa Penggemar Lebih Dekat ke Setiap Momen: Hisense Tingkatkan Pengalaman Menonton FIFA World Cup 2026™ Melalui Inovasi Teknologi Layar TV

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:03 WIB

World Offshore Week 2026 Satukan Pelaku Industri Energi, Migas Lepas Pantai, dan Maritim Asia di Singapura

Kamis, 9 Juli 2026 - 09:21 WIB

53% Pemberi Kerja Kesulitan Menemukan Lulusan yang Siap Menghadapi AI. Studi Baru Petakan Enam Langkah Strategis bagi Indonesia

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:21 WIB

Cathay FHC Gelar Forum “Climate Finance” Terbesar di Asia, Cetak Rekor Jumlah Peserta, Perkuat Momentum Menuju Transisi Berkelanjutan

Kamis, 9 Juli 2026 - 01:13 WIB

Hisense Hadirkan Pengalaman Menonton FIFA World Cup 2026™ yang Lebih Seru dan Imersif dari Rumah

Kamis, 9 Juli 2026 - 00:25 WIB

Dialog Tiongkok-Meksiko Bahas Peran Transportasi Rel dalam Pembangunan Kota dan Kerja sama Kebudayaan yang Berkelanjutan

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:05 WIB

EACON Resmi Melantai di Bursa Efek Hong Kong, Percepat Pertumbuhan Sektor Tambang Otonom di Pasar Global

Berita Terbaru